SHOLAT BERJAMAAH

"SHOLATLAH DIBELAKANG IMAM,SEBELUM DISHOLATKAN DI DEPAN IMAM"

Shalat adalah ibadah wajib yang harus dilakukang oleh semua umat islam tanpa terkecuali mulai dari beranjak dewasa sampai masuk ke dalam liang lahat (meninggal dunia). Bagi laki-laki shalat secara berjamaah di masjid atau musholla juga merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar kecuali ada halangan yang serius. Sedangkan bagi yang perempuan justru sholat di rumah yang paling utama.


Sebenarnya apa saja sih manfaat, keuntungan, kelebihan serta kebaikan shalat berjama’ah  di masjid/musola tepat pada waktunya :
  1.  Mendapatkan pahala/kebaikan dari Allah SWT 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendiri (Satu derajat jaraknya antara langit dengan bumi).
  2. Shalat malam berjamaah di masjid pahalanya sangat besar sekali sehingga apabila manusia tahu maka mereka akan rela pergi ke masjid walaupun harus merangkak/merayap.
  3. Bisa berkomunikasi dan silaturahim dengan tetangga yang sesama muslim, bertanya tentang keadaan, dsb. Memberi senyum, jabat tangan dan salam saja sudah besar pahalanya.
  4. Bisa shalat di awal waktu sehingga kita tidak akan takut lupa shalat atau kelewat, karena kebiasaan kita yang suka menunda-nunda waktu mengerjakan shalat wajib shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Hidup kita akan jauh lebih tenang karena hidup lebih teratur/disiplin tidak perlu ingat-ingat sudah shalat atau belum.
  5. Kita bisa melatih kedisiplinan dan ketaatan kita kepada Allah SWT dengan rutin shalat wajib berjamaah di masjid/mushola. Dengan menjadi pribadi yang disiplin dan takut atas azab Tuhannya maka hidup akan jauh menjadi berkualitas dan lebih baik dari orang lain yang tidak melakukannya.
  6. Bagi para pemimpin, ia akan semakin dekat dengan yang dipimpinnya, karena bisa bertukar pikir (sharing) secara santai.

PANTANG MENYERAH#1

"IN LIFE MANY THINGS DON'T GO ACCORDING TO PLAN.

IF YOU FALL,GET BACK UP. 

IF YOU STUMBLE,  REGAIN YOUR BALANCE            NEVER GIVE UP..!"

Menurut beberapa sumber, sikap pantang menyerah dan ulet itu adalah sikap yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi rintangan dan selalu bekerja keras. Adapun rintangan yang ada di setiap aktivitas biasanya dihadapi dengan sikap tenang dan bijaksana. Tidak banyak juga, orang yang ketika sudah bekerja keras namun di tengah jalan menghadapi kendala dan gagal lalu mereka berhenti di tengah jalan. Padahal itu belum seberapa lhoo.. Orang yang seperti itu niscaya tidak akan pernah sukses.
.
Jika kita memiliki tujuan yang ingin ddiraih, maka kita harus memiliki sikap pantang menyerah dan ulet. Sebab kedua sikap tersebut memiliki manfaatnya dalam mencapai keberhasilan, diantaranya:
1. memberi semangat daalam berusaha
2. meningkatkan prestasi usaha
3. menujang keberhasilan usaha

BELAISLAM#1

"BERJUANGLAH DIJALAN ALLAH SELAGI KAMU MAMPU KARENA TIDAK SEMUA ORANG YANG BISA MELAKUKAN ITU"

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّـۧنَ مَنۡ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ‌ۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ‌ۖ فَـَٔامَنَت طَّآٮِٕفَةٌ۬ مِّنۢ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآٮِٕفَةٌ۬‌ۖ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَـٰهِرِينَ (١٤)
‘Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”….’ (QS 61: 14)
Kata yang digunakan pada ayat di atas adalah ansharullah yang bermakna penolong atau pembela Allah. Jadi jelas bahwa hal ini diperintahkan oleh Allah, bukan direka-reka oleh kaum Muslimin. Tapi kalau Allah tidak memerlukan pertolongan kita, mengapa Dia perintahkan kita menolong-Nya? Jawabannya sama dengan jawaban atas pertanyaan berikut: “Jika Dia tidak memerlukan ruku’ dan sujud kita, mengapa Dia perintahkan kita menyembah-Nya?” Sebabnya adalah karena apa yang kita lakukan itu akan kembali faedahnya kepada diri kita sendiri. Kini kita akan lihat alasan lebih jauh mengapa kita perlu membela atau menolong (agama) Allah.
Kedua, agar menjadi jelas siapa yang membela agama-Nya dan siapa yang tidak. Ini seperti yang disebutkan di dalam Al-Quran: “… dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS 57: 25)
Dan ketiga, agar hal itu menjadi jalan bagi kita untuk mendapat pertolongan dari-Nya, terutama di saat tidak ada pembela dan pelindung lain selain daripada-Nya.
“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS 47: 7)
“Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.” (QS 29: 22)
Saya cukupkan sampai tiga alasan ini saja. Semua ini sangat berarti bagi seorang Muslim, kecuali jika hatinya berpenyakit dan dipenuhi sifat munafik.
Tidak ada yang bisa memaksa jika seseorang berpandangan bahwa Allah dan agama-Nya tidak perlu dibela dan karenanya ia menolak untuk membela-Nya. Tapi ia tentu juga tidak mengharapkan pertolongan dan pembelaan dalam hal apa pun dari-Nya, termasuk saat ia nanti mati dan menghadap kepada-Nya.

KEBAIKAN#1


"BERBUAT KEBAIKAN BUKAN HANYA SOAL MATERI.KARENA TINDAK SEDERHANA PUN AKAN MERCERMINKAN KEBAIKAN.."

CONTOH: *MEMBERSIHKAN MASJID                          *GOTONG ROYONG                                        

1.  Memberikan Rasa "Nyaman" - Melakukan kebaikan secara ikhlas, bahkan untuk hal kecil kepada orang lain, seperti tersenyum, memberikan jalan pada penyebrang saat berkendara, atau memberikan uang receh kepada pengemis akan memberikan sebuah perasaan tertentu yang membuat diri Anda akan terasa lebih baik serta lebih nyaman. Pada studi psikologi tentang berbuat kebaikan dengan menolong orang lain secara ikhlas, disebutkan bahwa pada bagian otak tertentu terdapat sebuah sistem mesombolic yang dapat memicu rasa penghargaan terhadap diri.


2. Bertambahnya Rasa Menghargai Diri - Mungkin Anda akan bertanya-tanya apa hubungan melakukan kebaikan dengan harga diri seseorang? Dijelaskan oleh para ahli bahwa semakin tinggi perasaan keterhubungan sosial, dalam hal ini melalui cara membantu seseorang, maka akan semakin bertambah pula perasaan lebih menghargai diri, dan akan memberikan manfaat atau efek bersamaan dengan meningkatnya rasa percaya diri.


3. Mempererat Persahabatan - Berbanding lurus dengan kebaikan yang telah Anda lakukan, maka rasa persahabatan akan terjalin semakin erat antara Anda dengan seseorang yang merasakan kebaikan dari diri Anda. Menurut sebuah studi oleh National Institutes of Health kedua belah pihak (si pemberi kebaikan serta penerimanya) akan memberikan kontribusi untuk menjaga hubungan yang saling menguntungkan.


4.  Memberikan Ketentraman Pada Batin - Dalam sebuah studi oleh United Group Health , 78 persen orang yang secara sukarela menjadi relawan selama 12 bulan, mengungkapkan bahwa kegiatan amal yang mereka lakukan dapat menurunkan stres mereka, juga memberikan perasaan lebih tenang dan damai. Hal ini membuktikan dengan melakukan kebaikan, maka manfaat yang akan didapatkan adalah pengaruh positif pada ketrentraman batin seseorang.


5.  Kebaikan Akan Selalu Menularkan Kebaikan- Dijelaskan oleh para peneliti di University of California , University of Cambridge(Inggris) serta University of Plymouth (Inggris), bahwa setiap seseorang melihat orang lain berbuat kebaikan, maka akan memberikan perasaan yang positif (baik) baginya, selain itu akan juga "menularkan" keinginan untuk melakukan kebaikan mencontoh pada kebaikan yang dilihatnya.

   

BELAJAR#1

BELAJAR
"ORANG PINTAR ITU BELAJAR KETIKA MEREKA BISA
SEDANGKAN ORANG BODOH ITU BELAJAR KETIKA MEREKA TERPAKSA"

MANFAAT BELAJAR
Mendengar kata belajar mungkin sudah tidak terasa asing lagi di telinga semua orang yang hamper membuat kebanyakan orang menjadi “ALERGI” untuk mendengarnya. Karena yang terbayang dibenak semua orang adalah setumpuk buku-buku yang ada di hadapan mereka untuk dibaca dan dipelajari semuanya, yang akan menjadi membosankan. Kenapa orang-orang trsebut merasa bosan dengian orang-orang tersebut yang berasumsi bahwa mereka s lama lulus sekolah, jadi udahuntuk apa belajar. Orang seperti itu berfikir demikian karena mereka tidak melihat atupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatn “belajar”.
Dalam dunia usaha kata belajar itu sangat menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku usaha akan terasa bahwa usahanya akan jauh tertinggal dan tersingkirkan dari persaingan, karena dengan belajar menumbuhkan inovasi, inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam usaha. Belajar juga harus membutuhkan waktu yang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari pesaing-pesaing, agar usaha yang dijalankan berjalan dengan pesat. Dengan belajar inilah melahirkan manfaat-manfaat yang bias diambil, diantaranya adalah :
• Dengan belajar dapat menumbuhkan kebiasaan pada diri orang tersebut.
• Dengan belajar dapat menumbuhkan motifasi pada diri orang tersebut dan dapat menjadikan seseorang sukses.
• Dengan belajar akan menambah banyak ilmu pengetahuan.
• Dapat menjadi orang yang diperlukan bagi lingkungan kita.
• Dapat menambah keterampilan pada diri kita.
Dengan belajar inilah akam menghasilkan sesuatu yang lebih baik pula. Prinsip dari belajar itu sendiri adalah komitmen. Komitmen secara fisik, mental dan emosional. Komitmen fisik itu adalah menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat scara fisk dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang didapat dalam belajar. Komitmen secara mental memprose informasi yang didapatkan(bukan skedar mendengar informasi selintas dengan dari kuping kiri ke kuping kanan saja). Komitmen secara emosional adalah dengan menerapkan rasa “senang” dan “suka” dalam belajar pelajaran maupun sesulit apapun.

PERSAHABATAN#1



  "Persahabatan itu seperti GPS"

   jika kita tidak tahu ingin kemana mereka (sahabat) yang 
   akan membantu kita untuk mencari jalan keluar..  

JADILAH DIRIMU SENDIRI

   "Be yourself and no metter what they say"

   "Jadilah dirimu sendiri dan jangan dengarkan apa kata orang lain"

    Jika kamu bertekad ingin menjadi sesuatu ikutilah kata hatimu dan jangan dengarkan perkataan 
    orang lain,jika itu membuatmu putus semangat,jika perkartaan orang lain bermanfaat untuk mu
    maka ambillah yang baiknya.^_^