يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّـۧنَ مَنۡ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ فَـَٔامَنَت طَّآٮِٕفَةٌ۬ مِّنۢ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآٮِٕفَةٌ۬ۖ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَـٰهِرِينَ (١٤)
‘Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”….’ (QS 61: 14)
Kata yang digunakan pada ayat di atas adalah ansharullah yang bermakna penolong atau pembela Allah. Jadi jelas bahwa hal ini diperintahkan oleh Allah, bukan direka-reka oleh kaum Muslimin. Tapi kalau Allah tidak memerlukan pertolongan kita, mengapa Dia perintahkan kita menolong-Nya? Jawabannya sama dengan jawaban atas pertanyaan berikut: “Jika Dia tidak memerlukan ruku’ dan sujud kita, mengapa Dia perintahkan kita menyembah-Nya?” Sebabnya adalah karena apa yang kita lakukan itu akan kembali faedahnya kepada diri kita sendiri. Kini kita akan lihat alasan lebih jauh mengapa kita perlu membela atau menolong (agama) Allah.
Kedua, agar menjadi jelas siapa yang membela agama-Nya dan siapa yang tidak. Ini seperti yang disebutkan di dalam Al-Quran: “… dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS 57: 25)
Dan ketiga, agar hal itu menjadi jalan bagi kita untuk mendapat pertolongan dari-Nya, terutama di saat tidak ada pembela dan pelindung lain selain daripada-Nya.
“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS 47: 7)
“Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.” (QS 29: 22)
Saya cukupkan sampai tiga alasan ini saja. Semua ini sangat berarti bagi seorang Muslim, kecuali jika hatinya berpenyakit dan dipenuhi sifat munafik.
Tidak ada yang bisa memaksa jika seseorang berpandangan bahwa Allah dan agama-Nya tidak perlu dibela dan karenanya ia menolak untuk membela-Nya. Tapi ia tentu juga tidak mengharapkan pertolongan dan pembelaan dalam hal apa pun dari-Nya, termasuk saat ia nanti mati dan menghadap kepada-Nya.
0 komentar:
Posting Komentar